FOURTEEN



“kriiiiiinnggg....kriiiiinnng....” alarm jamku pun berbunyi. Waktunya bersiap untuk berangkat ke sekolah. Mungkin hari ini berbeda dari biasanya. Entah kenapa, aku merasa bersemangat. Mungkin karna hari ini ulang tahunku. Ya, hari ini tanggal 31-07-2012. Hari dimana aku berulang tahun. Aku pun pergi ke kamar mandi, untuk menyegarkan badanku.
            Aku pun pamit pada orangtuaku untuk pergi ke sekolah. Tapi, sampai saat ini, belum ada yang mengucapkan selamat ulang tahun padaku. Mungkin mereka lupa dengan ulang tahun ku...:(. Aku pun melanjutkan perjalananku menuju sekolah.
            Bel tanda masuk sekolah pun berbunyi. Murid-murid SMP Negeri 3 Cilegon yang pada awalnya berkumpul di bawah pohon, lapangan dan tempat-tempat tertentu untuk berkumpul, tiba-tiba menghilang di telan awan ketika mendengar bel tersebut. Aku pun memulai pelajaran pertama dengan hati yang gembira. Saat sedang belajar, salah satu teman di kelasku 9A, Rarys mengucapkan selamat ulang tahun padaku, dan teman-teman lain ikut mengucapkan. Entah kenapa, saat pelajaran itu aku senang sekali. Mungkin teman-teman melihatku aneh, karna mukaku berubah setelah mereka mengucapkan selamat ulang tahun. “Waahhh,, senangnyaaaa...... ternyata masih ada orang yang ingat hari ulang tahunku J” ucapku di dalam hati.
            Saat bel istirahat berbunyi, aku dan teman-temanku tetap di kelas, karna saat itu adalah bulan Ramadhan / bulan Puasa. Saat aku keluar kelas untuk membuang sampah bekas rautan pensil, aku bertemu salah satu teman dekatku di kelas 8, namanya Siska, murid kelas 9C. Dia mengucapkan selamat ulang tahun, dan aku senang mendengar dia berkata seperti itu. Akhirnya aku pun pergi ke kelas lagi. Bel sekolah pun berteriak kembali, itu tandanya kami harus masuk ke kelas kami lagi.
            Jam-jam pelajaran pun berlalu. Tiba saatnya untuk pulang. Karena ini hari Selasa, jadi seperti biasa, aku latihan ekstrakulikuler Robotika. Walaupun aku ingin cepat-cepat pulang, tapi aku harus bertanggung jawab terhadap ekskul ini, karena aku Ketua ekskul tersebut.
“riq, kamu bawa laptop kan? untuk programer, nanti kamu yang memperkenalkan ya ” ucapku pada Thoriq, murid kelas 8C sekaligus menjadi wakil Ketua ekstrakulikuler Robotika, dan aku juga anggap dia sebagai patner sekaligus adikku.
“iya kak, siap... ” jawabnya dengan siap
“siip  bentar geh, kamu gak inget hari ini de? Tanggal ini ?” tanyaku pada Thoriq.
“hari selasa, tanggal 31-07-2012. kenapa ?” tanya Thoriq.
“masa kamu gak ingat ulang tahun kakak sihhhh... ucapin sekarang !” ujarku dengan kesal.
“ucapin apa kak ?” tanya Thoriq dengan sedikit logat humornya.
“hadeeehhhh,,,, timpuk loh ! yaudahlah gak usah, kamu mah jahat,,, dasar adik tidak berperikemanusiaan.” jawabku dengan nada lebih kesal dari yang tadi.
“yaudah, saya ucapinnya lewat Facebook aja ya ” ujar Thoriq lembut.
sip, makasih ya de” jawabku sambil tersenyum berseri-seri.
            Latihan pun di bumbui sedikit humor ala Thoriq, dan akhirnya tiba waktunya untuk pulang. Anggota anak kelas 7 pun pulang ke rumah nya masing-masing. Tinggalah aku, Thoriq dan Hafair, murid kelas 8I yang juga menjadi anggota ekstrakulikuler Robotika sekaligus wakil sekretaris.
“Thoriq, Hafair, kalian mau langsung pulang atau pergi ke Sanggar Pramuka ?” tanyaku.
“hmm, kalo ada kak Syifa mah males” jawab Thoriq dengan masih logat humornya.
“uuuh, jahatnya hmmm....” jawabku kesal.
“hahah, lah saya mah sepertinya langsung pulang deh, ada acara kayaknya di rumah” jawab Hafair
“yaudah, hati-hati di jalan ya,” ujarku.
Aku dan Thoriq pun pergi menuju Sanggar Pramuka untuk menemui teman-teman Anggota Pramuka. Tetapi, saat aku sedang berjalan, tali sepatuku lepas, dan aku berusaha membetulkannya, walaupun aku tahu aku di tinggalkan jalan oleh Thoriq. Seketika aku menyulap tali sepatuku menjadi rapi dan enak untuk dilihat, aku pun pergi melanjutkan perjalananku menuju Sanggar Pramuka.
            Setibanya aku di Sanggar Pramuka, aku merasa ada yang aneh dengan semua teman-teman. Awalnya aku menyangka mereka hanya bercanda, tetapi setelah aku lihat mereka dengan tatapan itu, aku merasa teman-teman memang bersikap dingin padaku. Aku tak tahu, apa yang sebenarnya terjadi, yang aku tahu, hari itu aku usai latihan Robotika dan hari itu ulang tahunku. Setiap aku mendekati temanku, mereka memandangku dengan tatapan sinis. Aku tak hiraukan jika hanya beberapa orang, tapi ini semua orang yang berada di Sanggar Pramuka. Melihat itu semua, aku menghindar dan aku pun pulang dengan hati yang sedih, satu orang pun anak pramuka tak ada yang mengucapkan selamat padaku.
            Sesampainya di rumah, aku langsung pergi ke kamar dan menangis. Entah mengapa hatiku hancur, dan aku benci hari itu. Teman-teman, saudara, bahkan orangtuaku lupa akan hari ulang tahunku. Aku rasa mereka semua sudah tidak peduli lagi padaku. Rasanya hatiku yang pada awalnya merasa bahagia, entah mengapa kini seperti tercakar ganasnya elang. Aku menangis sambil mengambil gitar kesayanganku. Aku memetik gitarku dengan petikan yang aku juga tak tahu itu petikan lagu apa. Tetapi, sesaat aku lanjutkan petikan-petikan tersebut, aku merasa, itu adalah lagu selamat ulang tahun. Dengan hati yang sedih, aku terus memetik petikan lagu yang pada awalnya aku tidak tahu itu lagu apa, tapi sekarang petikan itu menjadi lagu selamat ulang tahun. Karena terlalu lamanya aku menangis dan bermain gitar, aku lelah. Aku pun tertidur.
            “krinnngg....kriiingg...” alarmku pun berbunyi lagi. Woahhh... ternyata sekarang sudah jam enam sore. Aku langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi. Setelah aku mandi, entah mengapa suasana rumahku sepi. Aku pun langsung menuju kamarku. “happy birthday syifa... happy birthday syifa... happy birthday.. happy birthday.. happy birthday syifa...” suara serempak terdengar dari luar kamar, dan mengejutkanku. Ketika aku keluar kamar, ternyata saudara-saudaraku juga orang tuaku, ada di sana. “mereka mengucapkannya.... mereka mengucapkannya..” ucap kebahagiaanku dihati. Mereka memberikan banyak hadiah, ada yang besar, dan juga ada yang kecil. Aku senang sekali. Ketika aku pergi kembali ke kamarku, untuk mengambil handphone ku, ternyata ada lebih dari 10 pesan yang ada di handphoneku. Ternyata pesan-pesan singkat itu dari teman-temanku. Mereka juga mengucapkan selamat ulang tahun padaku. Aku tidak menyangka, ternyata mereka ingat.
            Sekarang, aku tahu, yang aku butuhkan saat ulang tahun, bukan hadiah, bukan kue ulang tahun, ataupun ucapan ulang tahun, tetapi sesuatu yang aku butuhkan adalah Doa dari mereka semua yang menyayangiku. Terima kasih teman-teman, saudara dan orangtuaku, kalian sudah memberiku kado yang bermakna untuk ulang tahunku ini. Aku sayang kalian semua, walaupun kalian tidak mengucapkannya, tidak masalah lagi bagiku. Karna makna ulangtahunku kali ini, aku tidak boleh mengharapkan sesuatu dari orang lain, karna sifat itu tidak baik. Aku berjanji, di ulang tahunku yang berikutnya, aku tidak akan mengharapkan ucapan itu, melainkan aku akan tersenyum, saat mereka lupa akan hari ulang tahunku.

TAMAT

Posting Komentar - Back to Content